FDA Imbau Penerapan Physical Distancing bagi Kucing

FDA Imbau Penerapan Physical Distancing bagi Kucing
Food and Drug Administration (FDA) mengimbau para pemilik hewan peliharaan untuk mempraktikkan physical distancing bagi kucing dan anjing mereka. Hewan peliharaan tak boleh berinteraksi dengan orang atau hewan lain di luar area sekitar rumah.

Mengutip Science Alert, FDA menyarankan, biarkan kucing berada di dalam ruangan atau rumah jika memungkinkan. Sementara anjing harus diikat dengan tali yang dapat menjaga jarak paling tidak 6 kaki atau sekitar 1,8 meter dari manusia atau hewan lain.

FDA juga merekomendasikan para pemilik anjing untuk menghindari taman atau area-area publik lainnya. Pemilik anjing umumnya gemar mengajak hewan peliharaannya bermain di taman.

Seekor harimau di Bronx Zoo menjadi kasus pertama hewan di Amerika Serikat yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Sejak itu, empat harimau dan tiga singa di kebun binatang yang sama dinyatakan positif.

Dua kucing peliharaan di negara bagian New York juga didiagnosis terserang virus corona setelah mengalami gejala gangguan pernapasan ringan. Salah satunya bahkan tak tinggal bersama seseorang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Hingga saat ini, belum ada kasus penularan Covid-19 dari hewan ke manusia. "Berdasarkan informasi terbatas yang tersedia saat ini, risiko penyebaran SARS CoV-2 dari hewan ke manusia sangat rendah," ujar FDA dalam sebuah pernyataan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Cornell Feline Health Center, Bruce Kornreich mengatakan, imbauan physical distancing bagi kucing dan anjing adalah cara untuk melindungi mereka dari ancaman penyakit dan mencegah penularan antar-hewan.

"Yang paling penting untuk dipahami adalah bahwa virus ini [SARS CoV-2] utamanya menyebar pada manusia. Kucing memang rentan, tapi umumnya mereka kembali pulih," kata Kornreich.

Kucing yang terserang virus corona, sebut Kornreich, mengalami gejala yang sama dengan manusia seperti demam, batuk, gangguan pernapasan, keluarnya cairan dari hidung, muntah, dan diare.

Selain kucing dan anjing, FDA juga menyebutkan bahwa beberapa jenis hamster terbukti rentan terhadap penularan virus corona. Sementara hewan ternak seperti babi, ayam, dan bebek tak berpotensi terserang virus yang sama.

Kendati demikian, imbauan itu tak berarti FDA menyarankan para pemilik hewan peliharaan untuk melakukan pengecekan virus corona pada kucing dan anjing. Namun, jika kucing dan anjing terlihat mengalami gejala, Anda disarankan untuk segera menghubungi dokter hewan.

Pedoman Center for Disease Control and Prevention (CDC) teranyar juga menyarankan agar orang dengan positif Covid-19 membatasi interaksi dengan hewan. Pasien yang terinfeksi virus corona disarankan untuk menghindari kontak langsung seperti mengelus, meringkuk, mencium, dan berbagi tempat tidur dengan hewan peliharaan. (cnn)

Post a Comment

0 Comments